Sekolah Menengah Gronau dan “Omas gegen Rechts” memberikan pesan penting dalam Festival Budaya Eropa

Sebuah stan untuk pertemuan dan pertukaran

Di sebuah alun-alun, terlihat beberapa orang berdiri di berbagai stan dalam sebuah festival jalanan. Di latar depan terdapat meja bundar setinggi pinggang yang di atasnya terdapat selebaran, pin, dan sebuah kotak yang terbuka. Di sebelah kiri, berdiri seorang pria dengan rompi berwarna terang dari inisiatif “Omas gegen Rechts”. Di tengah gambar, beberapa remaja dan orang dewasa sedang berbincang-bincang. Di belakang mereka terlihat sebuah paviliun dengan balon biru, stan informasi dan kegiatan partisipatif, serta sebuah kotak foto. Di latar belakang terdapat toko-toko, tempat duduk, dan pengunjung festival lainnya. Adegan ini memberikan kesan bahwa acara tersebut ramai dikunjungi dan terjadi pertukaran pendapat yang terbuka antar generasi yang berbeda.
Para siswi dari Sekolah Menengah Terpadu Gronau dan inisiatif “Omas gegen Rechts” berbincang dengan banyak pengunjung perempuan dalam acara Europafest.

Sebagai “Sekolah Tanpa Rasisme – Sekolah dengan Keberanian”, banyak siswa dan siswi turut berpartisipasi dalam aksi bersama ini. Stan tersebut menjadi wadah pertemuan bagi orang-orang dari berbagai usia dan latar belakang kehidupan yang berbeda. Banyak pengunjung memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dengan para siswa dan anggota “Omas gegen Rechts” serta bertukar pandangan mengenai pentingnya demokrasi, rasa hormat, dan keterlibatan sosial.

Yang sangat memperkaya pengalaman ini adalah sifat kegiatan yang melibatkan berbagai generasi. Berkali-kali, para siswa terlihat berkeliling di area acara bersama para “Nenek Melawan Sayap Kanan”, berbincang dengan para tamu, dan mengampanyekan hidup berdampingan yang saling menghormati.

Pesan yang jelas di dalam fotobox

Lima orang dari berbagai usia berpose di depan dinding pemisah berwarna-warni yang dihiasi gambar hati berwarna pelangi. Mereka mengangkat papan tulisan yang mereka buat sendiri dengan pesan-pesan seperti “Keragaman Memersatukan”, “Rasisme Bukanlah Pendapat”, “Kebencian Membuat Seseorang Menjadi Buruk”, dan “Katakan TIDAK pada RASISME!” ke arah kamera. Kelompok tersebut berdiri berdekatan dan tersenyum. Foto ini diambil di bilik foto Festival Eropa dan menampilkan orang-orang dari berbagai generasi dengan pernyataan berbeda-beda yang menentang rasisme dan pengucilan.
Keragaman memiliki banyak suara: Di bilik foto, para pengunjung menunjukkan sikap mereka menentang rasisme dan pengucilan.

Salah satu daya tarik utama adalah kotak foto bersama. Para pengunjung dapat berfoto dengan kalimat-kalimat yang mereka pilih sendiri, sehingga memberikan tanda nyata sebagai bentuk penolakan terhadap rasisme dan pengucilan. Pesan-pesan seperti “Keragaman menyatukan”, “Rasisme bukanlah pendapat”, atau “Kebencian membuat seseorang menjadi buruk” memperjelas tujuan dari aksi tersebut.

Dua peserta muda berdiri di depan dinding pajangan berwarna-warni yang dihiasi gambar hati berwarna pelangi. Mereka tersenyum ke arah kamera sambil bersama-sama memegang papan bertuliskan “Kebencian membuat seseorang menjadi jelek”. Di latar belakang terlihat tempat duduk dan pengunjung lain dari Festival Eropa.
Di bilik foto pun, para pengunjung mengungkapkan pandangan mereka mengenai keberagaman dan rasa hormat.

Foto-foto yang dihasilkan menunjukkan betapa beragamnya orang-orang yang ikut serta dalam aksi tersebut – dan betapa besarnya dukungan terhadap nilai-nilai keterbukaan, toleransi, dan demokrasi.

Donasi untuk EXIT Jerman

Selain diskusi dan kegiatan partisipatif, juga dilakukan penggalangan dana untuk EXIT Deutschland. Inisiatif ini mendukung orang-orang yang ingin keluar dari kelompok ekstrem kanan, dan dengan demikian memberikan kontribusi penting bagi pemajuan demokrasi dan upaya pencegahan.

Di atas hamparan rumput, sekitar dua puluh orang dari berbagai usia berkumpul untuk berfoto bersama. Di latar depan, beberapa orang memegang spanduk besar bertuliskan “#NieWiederIstJetzt” serta logo cabang Gronau dari gerakan “Omas gegen Rechts”. Kelompok ini terdiri dari orang dewasa tua dan muda, remaja, serta beberapa anak-anak. Beberapa di antaranya mengenakan pin atau rompi dari inisiatif tersebut. Di latar belakang terlihat bangunan tempat tinggal, pepohonan, dan menara gereja. Foto ini diambil dalam rangka Festival Eropa di Platz der Kulturen di Gronau.
Anggota inisiatif “Omas gegen Rechts” dan para siswa serta siswi dari kelompok kerja “Sekolah Tanpa Rasisme – Sekolah dengan Keberanian” bersama-sama menunjukkan dukungan mereka terhadap keberagaman dan demokrasi dalam perayaan Hari Eropa di Gronau.

Festival Budaya Eropa menjadi wadah yang ideal untuk kegiatan bersama ini. Sekolah Menengah Terpadu Gronau mengucapkan terima kasih yang tulus kepada “Omas gegen Rechts” atas kerja samanya dan menantikan proyek-proyek bersama lainnya demi menghormati, keberagaman, dan demokrasi.

Tiga orang dari berbagai usia berdiri di depan latar belakang fotobox yang bergambar hati berwarna pelangi. Mereka mengangkat papan bertuliskan “Keragaman Menjadi Teladan” ke arah kamera sambil tersenyum. Di latar belakang terlihat tempat duduk dan pengunjung lain dari Festival Eropa.
Keragaman menjadi teladan: Pesan pada papan tersebut secara tepat menggambarkan tujuan proyek “Sekolah Tanpa Rasisme – Sekolah dengan Keberanian”.


Di bawah sebuah paviliun, seorang siswi berdiri di depan dinding partisi berwarna-warni yang bergambar hati dengan warna pelangi. Di latar depan, terlihat seorang sosok dari belakang yang mengenakan rompi berwarna terang bertuliskan “Omas gegen Rechts”. Keduanya tampak sedang berbincang. Di latar belakang, terlihat elemen-elemen lain dari stan tersebut, termasuk sebuah poster inisiatif tersebut, serta panel kayu dan bagian-bagian dari paviliun. Gambar ini menggambarkan situasi percakapan antargenerasi dalam rangka Festival Eropa.
Dialog Antar Generasi: Seorang siswi dari Sekolah Menengah Terpadu Gronau berbincang dengan seorang anggota inisiatif “Omas gegen Rechts” dalam acara Europafest.