Pada tanggal 28 September, saatnya pun tiba. Bersama dengan guru bahasa Prancis, Ibu Lohoff dan Ibu Jürgens, serta kepala sekolah kami, Bapak Uhlenbrock, 20 siswa dan siswi pun berangkat. Perjalanan bus selama 5 jam menuju sekolah mitra kami berjalan lancar, sebelum kemudian dilanjutkan dengan program yang menarik dan padat. Pada hari Rabu, puncak acara yang telah lama dinantikan: Sehari di Paris (lihat foto). Mulai dari Montmartre, hingga titik pandang di Galeries Lafayette, tur perahu menyusuri Sungai Seine, dan sebagai penutup, Menara Eiffel yang berkilauan dalam warna merah muda—semuanya tercakup dalam perjalanan ini.
Lalu, bagaimana dengan komunikasi?“Très bien,”kata orang Prancis. Para siswa dari Jerman dan Prancis melakukan semua kegiatan bersama-sama, dan suasana di dalam bus pun sangat menyenangkan: Musik menjadi jembatan yang menghubungkan kedua budaya; mereka bernyanyi, tertawa, dan bermain. Hal-hal yang dipelajari di kelas pun dipraktikkan dan disempurnakan.
Apa yang awalnya dimulai sebagai proses pendaftaran yang berhasil melalui Kementerian Sekolah dan Pendidikan NRW akan dilanjutkan tahun depan dengan kunjungan delegasi Prancis ke Gronau.
Bagi para siswa kami, ini merupakan pengalaman yang luar biasa, terutama untuk memperjelas pentingnya belajar (bahasa). Bagi kami, ini merupakan langkah besar menuju saling pengertian antarbangsa dan mewujudkan sekolah Eropa.
Gambar dan teks: A. Lohoff

